Tahukah and bahwa penyakit Eksim biasanya merupakan sebuah penyakit alergi yang bersifat turunan, areal bagian kulit yang terkena eksima akan terasa sangat gatal dan panas di kulit. Eksim timbul akibat kulit alergi pada zat-zat tertentu seperti kosmetik, perhiasan, iritasi alergi terhadap zat-zat seperti pada sabun dan deterjen, atau bahan-bahan yang mengandung zat-zat berbahan kimia lainnya.

Eksim juga bisa terjadi akibat alergi terhadap makanan yang dikonsumsi seperti seafood, susu atau makanan lainnya yang menimbulkan alergi. Isthilah eksim diambil dari bahasa yunani (eksema) yang berarti mendidih atau mengalir keluar. Eksim juga biasa disebut dengan dermatitis. Istilah ekim juga biasa digunakan untuk sekelompok keadaan kulit yang menimbulkan perubahan spesifik pada bagian permukaan kulit. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-anak dan terjadi pada bagian tubuh mana saja termasuk tangan dan kaki.

Perbedaan eksim basah dan eksim kering

Eksim basah biasanya berwarna merah, berair dan bercak memerah, usia eksim basah relatif baru. Rasa gatal eksim basah ini lebih sering, karena aktifitas bakteri yg tinggi pula. Eksim ini lebih mudah menyebar, maka penderita jangan sampai terlalu sering terkena air. Jika eksim basah ini segera diobati, maka akan lebih cepat sembuh, karena munculnya eksim ini relatif baru, dan kondisi penderita masih dikatakan belum parah.

Warna eksim basah cenderung merah, eksim ini terjadi pada orang yg daya tahan tubuhnya lebih lemah, eksim basah lebih cepat menyebar karena kondisi virus lebih banyak daripada eksim kering.

Gatal lebih sering muncul, karena jumlah virus, kuman lebih banyak dan area lebih basah, maka eksim basah muncul rasa gatalnya lebih sering, ketika berkeringat rasa gatal akan menjadi-jadi.

Sifat eksim basah cenderung adalah eksim baru, eksim yang muncul baru beberapa minggu. Eksim basah lebih cepat disembuhkan dari eksim kering. Tapi penyebarannya lebih cepat, eksim ini lebih mudah menular karena virus/bakterinya masih sangat aktif.

Eksim Kering Pada umumnya adalah jenis eksim atau gatal penebalan kulit tanpa disertai basahnya daerah gatal kulit tersebut. Eksim kering ini biasanya meyebarnya tidak terlalu cepat, berbeda dengan eksim basah. Eksim kering kecenderungan terjadi pada orang yang daya tahannya lebih kuat, jadi eksim tidak menyebar, hanya bertahan saja. Ciri Eksim Kering adalah :

Warna lebih hitam, hitam ini sebenarnya indikasi bahwa sudah ada pengeringan, karena sel kulit usianya 28 hari, maka hitam ini tanda kulit mati.

Gatal tidak selalu, muncul sewaktu-waktu saja. Eksim kering sifat gatalnya hanya beberapa waktu saja, misal malam hari atau sehabis makan makanan yg menjadi penyebab gatal, ayam potong, lele, gurame.

Sifatnya lebih lama, eksim kering biasanya terjadi sudah lama, berumur antara 1 tahun lebih. Eksim kering bisa bertahan bertahun-tahun jika tidak segera diobati.

Gejala dan tanda-tanda penyakit kulit eksim adalah :

Terasa gatal dan panas pada kulit yang terkena, terutama malam hari.

Pada eksim basah kulit tampak melepuh merah, bengkak, basah, dan timbul bintil-bintil yang mengandung air atau tanah.

Pada eksim kering, tampak kulit bersisik keras, mengeropeng, dan kemerah-merahan

Eksim Pada Bayi

Kulit bayi butuh perawatan agar terhindar dari gangguan kulit karena kulit bayi pada umumnya sangat sensitif. Kulit bati yang mapisannya masih tipis dan ikatan antar selnya masih lemah, lebih mudah terkena infeksi dan iritasi. Gangguan kulit yang sering diderita bayi adalah eksim.

Dermatitis atopik (DA) atau eksim cirinya berwarna merah, bersisik, kering dan gatal. Umumnya yang terkena adalah bagian-bagian lipatan kulit seperti lekukan tangan atau belakang lutut. Namun bisa juga timbul di muka sekitar mulut dan pipi. Gangguan ini hilang timbul, dan bisa diperparah cuaca dingin atau kering. Banyak anggapan bahwa kondisi ini disebabkan oleh air susu ibu yang terkena kulit sensitif bayi sehingga menimbulkan iritasi namun anggapan ini tidak benar. Pada bayi yang mendapat ASI, iritasi tersebut bisa timbul karena bayi alergi terhadap makanan yang dikonsumsi ibunya.

Penyebab dermatitis atopik belum diketahui secara jelas. Namun gangguan ini cenderung menurun, sehingga diperkirakan berkaitan dengan alergi. Pada kebanyakan anak, makin besar makin berkurang atau jarang keluhan ini. Tapi bagi sebagian orang akan tetap terbawa sampai dewasa.

Jenis-Jenis Eksim :

Eksim atau dermatitis adalah kelainan kulit yang dipicu oleh berbagai faktor, baik eksogen, maupun endogen.

Eksim dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :

a. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik didasari oleh kelainan dasar genetik, ditandai adanya kecenderungan terbentuknya antibodi imunoglobulin E dalam tubuh penderita dan paparan alergen yang sering terjadi. Dermatitis atopik disebabkan penderita memiliki kulit sensitif terhadap rangsangan yang dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, kebersihan, dan faktor iritan.

Kasus ini paling banyak terjadi pada bayi berusia 2 sampai 18 bulan (85% kasus). Gejalanya sering terjadi berupa bercak-bercak merah di wajah sampai daerah popok bayi. Biasanya akan sembuh setelah bayi berusia di atas 18 bulan, tetapi 1/3 kasus kelainan berlanjut ke bentuk berikutnya. Menjaga kebersihan kulit bayi dari gangguan faktor penyebab alergi atau yang memberi rangsangan terhadap kulit anak-anak karena penggunaan handuk yang kasar, sabun antiseptik, dan sebagainya, adalah salah satu upaya pencegahan yang pantas dilakukan.

b. Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik merupakan dermatitis yang terjadi pada lokasi yang keras, seperti daerah yang kaya kelenjar minyak, daerah rambut, alis, lipat hidung, belakang telinga, dada dan berbagai lipatan kulit. Gejalanya adalah muncul warna kemerahan, bercak, dan sembab yang berbatas tegas. Bisa terlihat kering atau berminyak kekuningan, disertai rasa gatal.

Pada bayi, kelainan muncul ketika usia 6-8 minggu dan puncaknya pada 2-3 bulan. Sedangkan pada anak balita tidak pernah terjadi dermatitis seboroik, karena balita tidak memiliki kelenjar minyak. Terjadinya dermatitis seboroik pada bayi diduga akibat rangsangan hormonal yang diterima dari ibunya. Pada beberapa kasus, kelainan ini mirip dengan dermatitis atopik, terutama kelainan pada lengan dan tungkai. Pada orang dewasa , dermatitis seboroik ditemukan saat masa pubertas (sekitar 18 tahun) dan puncaknya pada usia 40 tahun. Gejala yang sering terlihat berupa ketombe.

c. Dermatitis Intertrigo

Dermatitis intertrigo merupakan kelainan radang kulit di daerah lipatan, seperti lipatan tubuh akibat banyak keringat, kegemukan, dan gesekan kulit. Bisa terjadi sejak usia bayi sampai usia tua. Gejalanya berupa bercak kemerahan dan sembab di lipatan kulit, leher, ketiak, lipatan payudara dan lipatan bokong/pantat. Dalam kondisi seperti ini mudah sekali terjadi infeksi sekunder oleh jamur (candida albicans) yang biasa terdapat pada dubur.

d. Dermatitis Numularis (Eksim Basah)

Dermatitis numularis (eksim basah) ditandai oleh :

- Bercak bersisik

- Bentuknya bulat

- Berbatas tegas

- Berbintil-bintil yang ada airnya

- Terasa sangat gatal

Lokasi yang paling sering ditumbuhi eksim basah adalah pada bagian punggung dan dada. Kata numularis diambil dari nummulus yang artnya koin kecil. Kelainan ini lebih sering ditemui pada orang dewasa.

Sumber: https://www.academia.edu/23181987/Pengobatan_Eksim_Yang_Apuh_dan_Manjur

Management Consulting

Click here and start typing. Porro quisquam est qui dolorem ipsum quia dolor.

Strategy Clarification

Click here and start typing. Quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae.

Corporate Restructuring

Click here and start typing. Sit aspernatur aut odit aut fugit sed quia consequuntur.

Testimonials

Read what our customers have to say

Martin Davis

Manager / Company

"Voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit sed quia consequuntur magni."

Patricia Watson

Marketing / Company

"Commodi consequatur quis autem vel eum iure reprehenderit qui."

Dozens of satisfied clients

Move your business to the next level